Sunday, September 18, 2016

Teknik Personal Selling yang Baik


 Teknik Personal Selling yang Baik

1. Definisi Personal Selling
Personnal Selling adalah informasi dari penjualan dengan menggunakan komunikasi person to person komunikastion. Personnal Selling sangat dominan dalam dunia industri, Dalam maketing communication Personnal Selling merupakan mitra pentingnya dan tidak dapat digantikan degnan elemen promosi lainnya. Personnal Selling biasanya dilaksanakan oleh sales dibawah naungan sales manager yang mempromosikan produk secara langsung kepada target market.
Definisi personal selling sebagai: “interaksi antar pribadi dan secara tatap muka untuk mencapai tujuan menciptakan, memodifikasi, mengeksploitasi atau mengusahakan timbulnya suatu hubungan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain.”
Personnal Selling merupakan alat yang paling efektif pada tahapan lanjut proses pembelian, khususnya untuk membangun preferensi, keyakinan, dan mendorong aksi konsumen. Penjualan personal mempunyai tiga kelebihan unik, yaitu:
a. Penjumpaan personal. Merupakan hubungan tak berjarak dan bersifat interaktif antara dua orang atau lebih. Masing-masing dapat mengamati reaksi satu sama lain secara dekat.

b. Kultivasi, penjual personal memungkinkan berkembangnya segala jenis hubungan, dari sekedar hubungan jual beli hingga persahabatan pribadi. Wiraniaga umumnya akan memperjuangkan kepentingan konsumen sebaik-baiknya.


c. Respon, penjualan personal mampu memaksa pembeli merasa wajib mendengarkan wiraniaga.


2. Bentuk-Bentuk personal selling
Bentuk-bentuk personal selling ada enam macam yang antara lain adalah sebagai berikut:
a. Di toko (Accros the counter selling)
Metode penjualan ini dapat dilihat seperti yang banyak dilakukan oleh toko-toko pengecer tapi tidak termasuk toko yang self service.
b. Di rumah-rumah (House to house selling)
Disini petugas penjual menawarkan barangnya dengan mendatangi para calon konsumennya dari rumah ke rumah.
c. Penjualan yang ditugaskan oleh pedagang besar untuk menghubungi pedagang eceran (Sales employed by wholesaler to call upon retailers)
Adalah salesman yang dipekerjakan oleh wholesaler (pedagang besar) untuk berhubungan dengan para pengecer (retailers). 
d. Penjual yang ditugaskan oleh produsen untuk menghubungi pedagang besar atau eceran (Salesman used by manufacture to call upon wholesaler and or retailers).
Adalah selesman yang ditugaskan produsen untuk menghubungi para pedagang besar dan atau pedagang pengecer.
e. Pimpinan perusahaan berkunjung kepada langganan-langganan yang penting(Call made upon important customers by executive to effect sales).
Kunjungan tehadap langganan-langganan penting yang dilakukan oleh eksekutif untuk mengadakan penjualan.
f. Penjual yang terlatih secara teknis mengunjungi para konsumen industri untuk memberikan nasehat dan bantuan (Engineering trained salesman)
Salesman yang berpendidikan teknis yang menawarkan dan menerangkan barang kepada calon pembeli.

3. Prinsip-princara menjual, 
Dalam personal selling terdapat beberapa prinsip yaitu :
a. Persiapan yang matang
Persiapan yang matang ini meliputi pengetahuan :
  • Mengenai pasar dimana barang akan dijual yaitu meliputi keterangan-keterangan mengenai keadaan perekonomian pada umumnya, persaingan trend, harga dan sebagainya.
  • Mengenai langganan dan calon langganan, pada hal ini perlu diketahui buying motives, yaitu apa motif orang itu membeli dan buying habits, yaitu kebiasaan orang membeli.
  • Cukup mengetahui tentang produk yang akan dijualnya. Para konsumen sangat tidak senang pada penjual yang tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan konsumen, sebagaimana biasanya konsumen ingin mendapatkan macam informasi mengenai barang yang akan mereka beli.
  • Prinsip dasar harus dikuasai oleh penjual karena dengan demikian ia dapat mempengaruhi konsumen untuk membuat transaksi yang menguntungkan kedua belah pihak.
b. Mendapatkan atau menentukan tempat pembeli
Dalam mendapatkan pembeli seorang penjual harus berpedoman kepada kebijaksanaan perusahaan mengenai channel of distribution yang dipergunakan.


c. Merealisir Penjualan
Meskipun dimana terjadinya penjualan tersebut beraneka ragam tetapi langkah-langkah yang diambil oleh penjual dalam proses penjualan adalah :
  • Pendekatan dan pemberian hormat.
  • Penentuan kebutuhan pelanggan.
  • Menyajikan barang dengan efektif.
  • Mengatasi keberatan-keberatan
  • Melaksanakan penjualan.

d. Menimbulkan goodwill setelah penjualan terjadi
Jika penjualan terjadi dengan baik, maka pembeli akan memperoleh barang sesuai dengan yang diinginkan, dan penjual memperoleh laba. Hal ini akan mempunyai pengaruh yang baik terhadap pembeli yaitu akan membeli lagi kepada penjual yang sama di kemudian hari
Beberapa kendala atau kelemahan Personnal Selling dibanding kegiatan marketing lainnya adalah :
a. Pesan sering tidak konsisten berubah-ubah.
b. kekuatan sales atau konflik manajemen menyebabkan kegiatan sales tidak berfungsi.
c. biaya tinggi, hal ini tampak pada kegiatan sales call cenderung tinggi dan kadang-kadang tidak memperoleh hasil yang memuaskan atau sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
d. jangkauan raihan yang rendah karena jumlah target market besar, namun karena jaraknya terpisah jauh antara satu tempat dengan tempat lainnya menyebabkan jumlah target market yang dijangkau informasinya lebih sedikit.
e. Masalah etika, kadang-kadang kehadiran sales person dianggap mengganggu kesibukan seseorang namun pemaksaan sering terjadi menyebabkan sales person mulai melanggar etika bisnis yang lazim.

4. Teknik Penjualan
Teknik penjualan merupakan cara-cara atau kiat-kiat yang dilakukan oleh penjual dalam rangka meraih konsumen. Ada lima langkah dalam melakukan teknik penjualan, yaitu:
a. Tentukan Kebutuhan dan Keinginan Pelanggan
Untuk menentukan kebutuhan konsumen haruslah terlebih dahulu diadakan semacam pengamatan atau penelitian sederhana terhadap kebutuhan konsumen, misalnya barang atau jasa apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen? Berapa jumlahnya, siapa yang membutuhkan dan kapan mereka memerlukan?
b. Pilihlah Pasar sasaran Khusus
Ada tiga jenis pasar sasaran khusus, yaitu:


  • Pasar individual, adalah pasar yang memberikan layanan kepada individu-individu tertentu untuk memenuhi kebutuhan secara individual. Jenis pasar ini sangat cocok untuk perusahaan kecil dan menengah.
  • Pasar khusus, yaitu pasar yang memberikan pelayanan khusus untuk konsumen tertentu, misalnya petani, pegawai negeri, pedagang dan sebagainya. Jenis pasar khusus sangat cocok untuk perusahan kecil.
  • Pasar tersegmentasi, yaitu pasar yeng menyediakan pelayanan bagi kelas konsumen tertentu, misalnya untuk pelanggan kelas berpendapatan tinggi, kelas pelanggan berpendapatan sedang dan kelas pelanggan berpendapatan rendah. Konsumen dikelompokan berdasarkan geografis (desa, kota), demografis (jenis kelamin, usia,pendaptan, tingkat pendidikan) dan kelas sosial (tingkat sosial, gaya hidup), serta faktor perilaku.

c. Tetapkan Posisi Pasar
Setelah menentukan segmentasi pasar, perusahaan harus menentukan 菟osisi’ yang ingin diduduki segmen tersebut. Menetapkan posisi pasar ialah menyusun produk ditempat yang lebih jelas, khas, sehingga menimbulkan hasrat terhadap produk tersebut dalam pikiran konsumen daripada produk sejenis yang lain.

d. Tempatkan Strategi Penjualan dalam Persaingan

Perusahaan harus lebih siap untuk melakukan bauran pemasaran sebagai strategi dalam pengelolaan perusahaan. Bauran pemasaran adalah kombinasi penawaran produk,penetapan harga, metode promosi, dan sistem distribusi untuk menjangkau kelompok konsumen tertentu.

e. Pilih Strategi penjualan yang paling Tepat.

Memilih strategi dengan menempatkan keempat bauran pemasaran, produk, harga,promosi, dan distribusi tadi. Untuk melakukan program penjulan harus dilakukantahapan-tahapan sebagai berikut.

5. Tahapan melakukan program penjualan
Untuk melakukan program penjualan harus dilakukan tahapan-tahapan sebagai berikut :
a. Persiapan sebelum penjualan
Kegiatan pada tahap ini adalah mempersiapkan tenaga penjualan dengan memberikan pengertian tentang barang yang akan dijual, pasar yang akan dituju,dan teknik penjualannya.
b. Penentuan Lokasi Pembeli Potensial
Tahap kedua adalah menentukan lokasi dari segmen pasar yang menjadi sasarannya. Dari lokasi inilah dapat disusun daftar calon pembeli atau pembeli potensial.
c. Pendekatan Pendahuluan
Sebelum melakukan penjualan, penjual harus mempelajari semua masalah tentang calon pembelinya. Selain itu, perlu juga mengetahui tentang produk atau merk apa yang sedang digunakan dan bagaimana reaksi pembeli? Beberapa informasi perlu dikumpulkan untuk mendukung penawaran produk kepada pembeli, misalnya tentang kebiasaan membeli, kegemaran dan kesukaan konsumen. Semuanya merupakan pendekatan pendahuluan terhadap pasarnya.
d. Melakukan Penjualan
Penjualan permulaan dilakukan untuk memikat calon konsumen, kemudian diusahakan untuk mengetahui daya tarik mereka, dan pada akhirnya penjual melakukan penjualan kepada pembeli.
e. Pelayanan Sesudah penjualan (Purna jual)
Sebenarnya kegiatan penjualan tidak berakhir pada saat pembeli membeli dan membayar barang yang dibelinya, tetapi perlu dilanjutkan dengan memberikan pelayanan purna jual. Pelayanan purna jual diberikan untuk barang-barang tahan lama seperti elektornika, lemari es, kendaraan bermotor, televisi. Pelayanan purna jual ini banyak macamnya, seperti garansi, reparasi dan pengantaran barang. Contohnya: dalam kendaraan bermotor adalah Pembelian Mobil Toyota Kijang, diberikan service gratisdan oli gratis sampai dengan 30.000 km. Untuk membantu penjualan, wiraniaga perlu memperhatikan tahapan-tahapan penting sebagai berikut.
Prospecting
Perencanaan pra penjualan
Presentasi Penjualan
Mengatasi keberatan prospek
Menutup penjualan

6. Penampilan Diri dan Komunikasi Penjualan
Persiapan Penjualan
Terdapat empat tahap persiapan kegiatan penjualan yaitu :
Persiapan penampilan diri
Sales selain memiliki pengetahuan tentang produknya, sales juga harus pandai “menjual” dirinya. Sebagian besar calon pembeli untuk pertama kali menilai mutu produk dari penampilannya oleh sebab itu penampilan sangatlah penting bagi seorang sales executives. Hal-hal yang harus diperhatikan seperti pakaian yang dipakai, make up (untuk wanita), potongan rambut, pemakaian perhiasan, parfum yang tidak berlebihan dan sepatu dan tas haruslah rajin disikat dan disemir.
Persiapan komunikasi
Menawarkan produk kepada konsumen adalah kegiatan komunikasi, dalam komunikasi bisnis tersebut sales executives menyampaikan hal –hal yang bersangkutan dengan produk lama atau baru. Oleh karena itu setiap sales Executives perlu memiliki ketrampilan berkomunikasi.
Agar dapat menjadi seorang komunikator baik mereka wajib menguasai dua macam teknik berkomunikasi yaitu :
1) Ketrampilan mendengarkan secara efektif (skill of effective listening).
· Mendengarkan konsumen dengan penuh perhatian
· Membangun kesabaran mendengarkan
· Mendengarkan komentar atau catatan penting yang diajukan konsumen.
· Mengesampingkan gangguan mendengarkan.
2) Ketrampilan berbicara secara efektif (skill of effective speaking).
· Memilih kata-kata yang disampaikan harus hati-hati.
· Menambah perbendaharaan kata-kata.
· Berupaya agar dapat dimengerti.
· Pemakaian tata bahasa yang benar.
· Menunjukkan sikap memperhatikan.
· Membangun suara yang enak didengar

Menguasi pengetahuan produk
Penguasaan produk dapat membantu sales executives dalam lima macam hal yaitu :
· Mempertebal rasa percaya diri.
· Mampu menanggapi konsumen secar lebih arif.
· Dapat menhindari kesan presentasi penjualan yang terlalu mekanis.
· Merangsang Sales Executives lebih menyukai pekerjaannya.
· Membuka kesempatan meniti jenjang karir ke atas.

Pengetahuan produk yang perlu diketahui oleh para Sales yaitu:
· Informasi tentang latar belakang produk.
· Penampilan produk.
· Komposisi atau campuran produk.
· Proses pembuatannya.
· Penggunaanya
· Cara memelihara dan umur pemakaian.
· Harga dan syarat pembayaran.
· Layanan purna jual (kalau ada).
· Perbandingan produk dengan produk pesaing.
Menemukan pembeli potensial atau prospect.
Berikut daftar sumber informasi yang dapat dipergunakan untuk menyusun daftar calon pembeli.
· Keluarga dan handai taulan.
· Perkumpulan sosial.
· Pelanggan produk.
· Buku petunjuk telepon dan pariwisata.
· Perkumpulan kub profesional dan pengusaha.
· Daftar nama dan alamat anggota asosiasi perubahan sejenis.
· Pameran atau ekshibisi dagang dan industri.
· Surat kabar lokal.
· Izin usaha.
· Iklan usaha bisnis.

7. Kiat Para Penjual yang Sukses
Dibawah adalah beberapa kiat sukses para penjual yang diterima dari berbagai training sales dan seminar, maupun dari wawancara dengan para penjual saya yang telah sukses yaitu sebagai berikut :
1. Mayoritas calon pembeli tidak suka didekati oleh penjual.
Maka penjual tidak boleh tergesa-gesa. Jangan sekali kali menemui calon pembeli dan langsung menawarkan produk atau memperkenalkan diri sebagai penjual atau memperkenalkan perusahaan anda. Kebanyakan penjual langsung menawarkan barang pada saat pertemuan pertama atau kedua. Dipastikan dia akan gagal.Penjual harus dapat menemukan wants dan needs dari calon pembeli. Dari situlah penjual kemudian masuk memberikan solusi dari kebutuhan dan keinginannya. Teknik ‘Indepth Analysis’ sangat penting. Masuklah kedalam kehidupan calon pembeli, menjadi teman, sahabat yang memberikan bantuan disaat yang dibutuhkan. Masuklah pada saat calon pembeli sudah benar benar menyadari kebutuhan dan keinginannya. Dan salah satu cara ampuh untuk dapat masuk ke dalam dunia calon pembeli adalah ‘empati‘.

2. Calon Pembeli lebih suka bicara dengan orang yang sama dan serupa dengannya.
Bila pembeli extrovert atau penggemar bola tentu saja akan lebih ‘lepas’ dengan orang yang extrovert atau penggemar bola juga. Seorang introvert atau penggemar video game akan lebih suka bicara dengan introvert atau penggemar video game juga. Orang Madura akan excited bila bertemu orang yang bisa berbahasa Madura. Karena itu seorang penjual harus dapat ‘merubah dirinya’ menjadi serupa dengan calon pembelinya (Tentu saja bukan berarti Penjual harus jadi orang Batak untuk mendekati Calon Pembeli yang orang Batak). Terdapat di ‘Psychology of Selling’ atau Neuro Language Program (NLP) atau sejenisnya yang mengajarkan teknik teknik mempelajari karakter si calon pembeli dan teknik teknik ‘adaptasi/ menyesuaikan diri’.

3. Perusahaan tidak membutuhkan penjual yang bermental pegawai, tetapi Penjual yang memiliki jiwa Enterpreneurship.
Beberapa penjual mengeluh fix income yang kekecilan atau komisi yang kekecilan. Dia mungkin lupa bahwa perusahaan tidak membutuhkan seorang bermental pegawai yang mengharapkan penghasilan tetap. Mereka melakukan segementasi, analisa pasar yang prospektif, melakukan seleksi dan menentukan target yang tepat, lalu melakukan pendekatan pendekatan terlebih dahulu dengan melakukan langkah 1 & 2 diatas. Mereka berani mengorbankan waktu dan biaya terlebih dahulu dengan penuh perhitungan bahwa diakhir mereka akan mendapatkan berlipat lipat dari apa yang telah mereka korbankan danhasilnya adalah keberhasilan.
4. Nasabah tetap membutuhkan si Penjual setelah transaksi terjadi.
Walaupun perusahaan telah memberikan nomor Customer Care namun Nasabah tetap membutuhkan si Penjual. Ini salah satu sifat orang Indonesia yang masih melekat. Jadi jangan tinggalkan nasabah setelah transaksi. Berilah mereka terus perhatian. Tanyakan apakah ada komplain dengan barang atau jasa yang telah dibeli serta berikan bantuan apabila nasabah membutuhkan. Ini kiat ‘Personal Selling’. Jangan tinggalkan nasabah setelah transaksi terjadi.
5. Nasabah tidak suka dibohongi.
Penjual harus mengerti betul dengan produk atau jasa yang mau dijual. Jangan memberikan informasi yang salah karena kurang pengetahuan atau membohongi. Apapun alasan penjual biarpun, bila ada yang tidak sesuai dengan ‘janji’, nasabah akan merasa dibohongi dan akan menjadi kiamat bagi penjual dan perusahaan. Hukum ‘Word Of Mouth’ akan berlaku. Komplain nasabah akan lebih kencang 10 kali tersebar dari pada kepuasan nasabah tersebut. Jadi, jangan memberi ‘janji’ bila tidak dapat menepati.
6. Ilmu mudah didapat.
Begitu banyak teknik teknik menjual yang tersebar di jagat raya. Baik itu di buku, koran, TV, seminar, internet. Antara lain ‘Creative Selling’, ‘Hypno Selling’, ‘Super Selling’, ‘Psichology of Selling’, ‘Exceptional Selling’, ‘Emotional Selling’, ‘Spiritual Selling’, dan materi-materi kiat menjadi kaya.

7. Percaya pada potensi diri.
Seorang sales yang sukses tidak perlu mencari modal kesuksesan di orang lain karena diri kita sendiri sudah punya semua. Tinggal menyingkirkan hal hal yang tidak perlu, seperti rasa pesimis dan rendah diri.
8. Jangan Ragukan Kekuatan Doa.

8. Strategi marketing dan Personal selling
5 Penyebab utama penolakan membeli produk
Personal Selling adalah bagian dari Strategi marketing perusahaan yang merupakan langkah konkret dalam membangun penjualan langsung dan bertujuan bertemu dengan masyarakat. Dalam kaitan ini sang sales atau pelaku marketing mempunyai kesempatan untuk secara langsung mengetahui sejauh mana produk atau layanan direspon secara cepat oleh masyarakat entah itu dalam bentuk penolakan atau persetujuan membeli.
Di bawah ini ada 5 alasan utama masyarakat menolak produk atau layanan:
1. Harga
Harga merupakan faktor penting dalam pengambilan keputusan penolakan sebuah produk. Memang harga bisa dikompromi, secara umum kompromi ada 2, pertama kompromi teradap harga, wujudnya diskon, namun diskon bukanlah faktor utama pelangkap harga. Kedua pola pembayaran, kredit satu sampai 3 kali, merupakan bentuk toleransi terhadap harga, dan secara umum kredit 3 bulan dari sisi perusahaan mungkin tidak secara langsung mengurangi harga, namun secara perputaran uang sebenarnya menambah beban efektitas perputaran modal, return of investment. 
2. Loyalitas pada pemasok lama
Ketika dalam proses penawaran yang bersifat personal selling, maka uji coba produk langsung merupakan langkah yang baik dalam strategi memarketing kanproduk. Karena masyarakat terkadang lebih nyaman dengan pemasok lama yang proses transaksi terbukti dalam sekian waktu. Loyalitas terhadap pemasok lama merupakan tantangan yang nyata saat ini, kecuali barang adalah benar-benara baru dan belum lama diketahui oleh masyarakat. Strategi lain dilapangan berikut kejutan, bahwa anda sebagai pemasok kedua tetap dapat memberikan layanan sebaik pemasok sebelumnya plus bonus yang ditambahkan, bonus tidak harus uang.
3. Tak mampu membuat keputusan
Sales yang paham betul akan kaedah-kaedah personal selling sangat memahami bahwa ketika menawarkan kepada masyarakat sering terjadi penolakan sesaat karena tidak mampunya calon pelanggan untuk memutuskan, untuk itu jangan terlalu memaksa, dan ada kesan mengejar, cobalah dengan mencari tahu kemungkinan pelaung pertemuan kedua, ketiga baik dengan mengkoleksi no hp,email, alamat rumah dan sahabatnya.
4. Faktor Produk yang kurang kompetitif
Banyak produk yang ditawarkan ke masyarakat adalah produk inovasi yang hebat, namun bukan produk yang sesuai dengan keinginan masyarakat. Produk yang hebat adlah produk yang mampu bersaing saat ini dank an dating, kenapa karena tolak ukur kompetensi barang di era sekarang adalah pembuktian, visualisasi dan penjelasan teknis. Untuk itu jika produk anda masih baru atau belum popular, maka pahamilah kualifikaasi teknis dan speknya, agar dengan memahami 2 hal tersebut mampu jadi alas an untuk membujuk, selain dari fisik barang tersebut. Misal produk obat herbal, bahwa anda paham ganggang di Afrika adalah yang terbaik karena steril dan jauh dari pemukiman,sedang ganggang Indonesia kurang steril. Dari ruang kontroversi itu ketika anda menjual obat dari bahan ganggang,maka sales sudah mempunyai 2 senjata, dan kondisi akan berbeda jika hanya mengetahui bsatu hal yaitu bahwa ganggang Afrika adalah yang terbaik. Produk yang kurang kompetitif, bisa dikamuflase dengan faktor lain yang kompetitif walau itu sekedar informasi tambahan.
5. Tidak menyukai perusahaan, sistem dan penjualnya
Ketika sebuah perusahaan menerapkan strategi marketing dengan memproduksi produk yang berbeda-beda sampai 5 produk , maka ketika salah satu produk bermasalah dan terbukti membuat masyarakat resah maka kemungkinan 4 produk lainnya akan memancing respon dari masyarakat, dan bisa saja respon itu negative, takut memkonsumsi 4 lainnya.

Kiat Yang Baik Melayani Pelanggan

 Kiat Yang Baik Melayani Pelanggan

Sekarang ini sudah sangat banyak orang yang membuka usaha sendiri atau wiraswasta dengan berbagai macam alasan ada yang karena dipecat, gaji di kantor pas pasan, atau karena memang dia melihat masa depan yang gemilang dengan berwiraswasta. Akan tetapi banyak dari mereka yang juga berguguran karena banyak hal salah satunya tidak tepatnya melayani pelanggan-pelanggan mereka baik karena memberi informasi yang tidak sesuai yang akhirnya pembeli kecewa, tidak cepat tanggap dan juga tepat dalam melayani pelanggan atau sebab-sebab yang lain.

Seharusnya seorang wiraswasta punya strategi yang tepat bagaimana cara melayani pelanggan yang baik dan memuaskan para pelanggan mereka yang akhirnya mereka menjadi pelanggan setia. Lebih baik punya pelanggan 10 per hari tapi setia dari pada 100 tapi tidak mau kembali lagi, untuk itu yuk kita cari tahu apa saja kiat-kiat yang bisa kita lakukan untuk memuaskan pelanggan sehingga setia.

Jujur Kepada Pelanggan
Sebagai seorang wiraswata seharusnya mempunyai sifat jujur terhadap para pelanggannya dalam menjelaskan produk-produk yang ia tawarkan dari segi kelebihan yang tidak boleh dilebih-lebihkan dan juga dari segi kekurangan jangan sampai ditutup-tutupi. Terangkanlah sebagimana adanya karena bila tidak dan ternyata pelanggan tahu bahwa informasi yang Anda berikan itu tidak seperti yang Anda terangkan maka ia akan kecewa dan mungkin tidak akan kembali lagi karena sudah hilang kepercayaan terhadap produk-produk Anda, maka bila Anda ingin mendapat pelanggan setia dimulai dari sekaranglah bersikap jujur.

Komitmen dan tepat janji
Bila Anda menjanjikan sebuah service kepada para pelanggan misalnya Anda menjanjikan bila produk terdapat cacat maka pembeli boleh memulangkan dan menukarnya dengan yang baru atau yang semisalnya maka tepatilah, bila tidak terpenuhi biasakanlah untuk memberikan informasi kenapa Anda tidak bisa menepati dan berikanlah solusi yang bisa menggantikannya.

Akuilah kesalahan Anda
Mengakui kesalahan memang suatu perkara yang tidak mudah, tapi bila Anda mengiginkan kemajuan dan juga kesetiaan para pelanggan-pelanggan Anda, dan berapa banyak para pelanggan yang setelah mendapat penjelasan atas kesalahan produsen akhirnya bisa memahami dan bahkan menjadi pelanggan setia karena kejujuran atas kesalahan yang produsen lakukan.

Hindari debat kusir dengan pelanggan Anda
Setiap produsen pastilah pernah mendapatkan keluhan terhadap produk yang ia jual baik keluhan biasa-biasa saja sampai keluhan yang luar biasa dan bila produsen bisa menanggapi keluah-keluhan tersebut dengan baik maka masalahpun selesai, tapi bagaimana bila ditanggapi dengan cara yang tidak baik yaitu dengan mendebat pelanggan yang melayangkan keluhan tersebut dengan mendebat mereka guna membela produk-produk mereka.

Apakah ini salah?
Ya jelas salah. Bahkan ini merupakan kesalahan fatal, siapa yang mau untuk didebat terlebih pelanggan yang tujuan pelanggan melayangkan keluhan adalah untuk mencari solusi buka pembelaan yang akhirnya muncul perdebatan walaupun Anda diposisi benar dan ini bukan sebagai alasan untuk Anda mendebat mereka, tapi layanilah mereka dengan baik dan berilah solusi yang bisa menenangkan hati para pelanggan.

Cepat dalam memberikan respon
Siapa sih yang tidak senang bisa dia mendapat respon yang cepat bila melayangkan keluhan atau menanyakan suatu hal dan cepatnya memberikan respon merupakan langkah yang tepat guna mendapatkan pelanggan yang setia.

Jalin komunikasi yang baik
Komunikasi yang baik merupakan suatu sikap yang baik guna melancarkan usaha kita guna mendapat respon positif dari para pelanggan. Tanpa komunikasi yang baik maka pelanggan pun akan merasa kesulitan untuk menanyakan berbagai macam hal yang mungkin yang akan ditanyakan bisa membuat usaha kita menjadi semakin maju dan guna komunikasi yang baik juga bermanfaat untuk mendapat informasi bagaimana  membuat pelanggan puas terhadap service yang diberikan.

Tips untuk Menarik Pelanggan Baru

Tips Untuk Menarik Pelanggan Baru

Apakah Anda sedang bingung bagaimana meningkakan penjualan Anda? Anda tidak perlu khawatir karena  Anda tidak sendiri. Menemukan pelanggan atau konsumen baru adalah sebuah tantangan penting dalam setiap bisnis. Jika Anda sedang mencari cara untuk menarik pelanggan atau customer baru, mungkin artikel 10 tips menarik pelanggan baru ini akan berguna bagi Anda.

1. Berikan Sesuatu
Setiap kali kita "memberikan" sesuatu, kita akan mendapatkan prospek lebih sebagai imbalannya. Semakin tinggi 'hadiah' yang kita berikan, semakin banyak klien yang akan datang. Prinsip ini sangatlah kental dalam dunia bisnis, untuk berhasil dalam suatu bisnis tentu kita tidak boleh takut untuk mengeluarkan biaya yang setimpal dengan kemungkinan berhasil tersebut baik itu materi atau upaya.
Jadi, janganlah takut untuk memberikan sesuatu kepada orang lain, karena sebagai imbalannya klien baru akan ada di depan 'pintu'. Contoh paling jelas adalah promo atau diskon.

2. Temui Berbagai Orang
Tentu Anda pernah memiliki pelanggan yang berasal dari pelanggan sebelumnya, atau pelanggan tersebut memang sudah orang yang Anda kenal. Itulah keuntungan dari bertemu dengan berbagai orang, yaitu network atau jaringan Anda akan lebih luas.
Beberapa orang akan menyarankan Anda untuk mengikuti event-event bisnis atau sejenisnya, tetapi bertemu dengan orang-orang yag tidak terkait dengan bisnis juga bisa memberikan keuntungan bagi Anda.

3. Lihat Kembali akan Laporan Penghasilan dan Produk Anda
Anda sudah melakukan berbagai cara, tetapi tetap saja tidak ada pelanggan atau customer baru yang datang. Hal ini mungkin disebabkan bukan cara Anda yang salah, tetapi mungkin produk atau cara penjualan Anda yang salah. Lihat kembali 'database' Anda, dan lakukan pengecekan apakah ada kesalahan terkait hal itu.
Jika Anda tidak yakin, Anda dapat melakukan survey, kusioner dan sejenisnya untuk meminta pendapat orang-orang sekitar. Bahkan cara ini digunakan perusahaan-perusahaan besar.

4. Buatlah Sesuatu yang Unik 
Buatlah sesuatu yang berbeda dari perusahaan atau pesain lainnya. Hal itu akan menyebabkan produk atau layanan Anda lebih terkenal. Sebagai contoh, Anda dapat membuat pelayanan customer yang lebih baik dari pesaing Anda, hal itu akan menyebabkan orang-orang menyadari kelebihan Anda dan kembali lagi ke tempat Anda bersama teman-temannya.
Seperti perkataan umum bahwa "kita tidak akan menjadi seorang yang benar-benar sukses selama kita terus mengikuti orang."

5. Tunjukkan Keahlian Anda
Demonstrasikan dan tunjukkan keahlian Anda. Jika Anda adalah seseorang yang pintar menulis, buatlah sebuah blog, cerpen dan sebagainya. Jika Anda adalah seseorang yang pintar berbicara, buatlah sebuah rekaman. Jika Anda adalah seseorang yang pintar berbisnis, tunjukkanlah ke orang lain dengan ide Anda.
Intinya, jangan takut menunjukkan keahlian Anda dan kembali ke poin nomor satu, jangan takut untuk memberikan sesuatu.

6. Gunakan Teknologi yang Ada
Di zaman sekarang, teknologi merupakan sesuatu yang sangat penting dan telah menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan, baik untuk komunikasi, hiburan maupun bisnis. Lalu mengapa Anda tidak menggunakannya? Ya, banyak sekali alternatif pemasaran terkait atas teknologi seperti iklan online, email marketing dan sejenisnya.
Mungkin yang paling mendasar adalah buatlah sebuah company profile. Jika Anda bukan perusahaan, buatlah sebuah web yang mempromosikan produk Anda.

7. Buatlah Sebuah Kompetisi atau Lomba Berhadiah
Seperti yang telah disebutkan di poin nomor satu, Anda tidak perlu takut untuk memberikan sesuatu. Anda bisa membuat sebauh kontes atau kompetisi berhadiah, hal ini tentu merupakan salah satu alternatif terbaik dalam menarik pelanggan baru.
Sebagia contoh, Anda dapat meminta orang-orang memberikan komentar mengenai web Anda sebagai ganti kemungkinan mendapatkan hadiah, lalu memintanya untuk memberitahukannya ke teman-temannya melalui media sosial untuk meningkatkan kemungkinan tersebut.

8. Buatlah Sebuah Event atau Acara
Sama seperti poin nomor 7, event atau acara merupakan salah satu alternatif terbaik untuk menarik pelanggan baru. Dengan cara ini, maka partisipan ataupun sponsor akan dapat mengetahui bisnis atau layanan yang Anda sediakan.
Event yang paling sering dilihat biasanya ada di restoran-restoran, seperti free breakfast.

9. Gunakan Strategi Pemasaran yang Berbeda-beda
Buatlah sebuah strategi pemasaran yang mencakup penggunaan teknologi seperti poin nomor 6, email marketing, media sosial atau word-of-mouth. Gunakan strategi pemasaran jangka panjang dengan adanya milestone atau penanda untuk setiap bulannya.
Melalui hal tersebut, temukanlah strategi pemasaran mana yang paling cocok untuk produk dan bisnis Anda.

10. Temukan seorang Partner Bisnis
Salah satu cara tercepat untuk menarik pelanggan baru adalah dengan menemukan seorang partner bisnis yang dapat membantu Anda. Mungkin Anda sudah sering melihat hal ini di dunia bisnis, dimana perusahaan yang satu bekerjasama dengan perusaahan lain baik dalam iklan atau produk. Bahkan, akusisi juga merupakan salah satu bentuk partner bisnis, hanya saja ia merupakan bentuk yang jauh lebih kuat.
Seperti perkataan "Pada saat 2 orang pebisnis profesional memuji atau bersaing satu sama lainnya, mereka dapat menarik peluang membuka pintu pasangan bisnisnya."


Saturday, September 17, 2016

Mengapa Sosial Media Sangat Penting Bagi Bisnis Anda ?

Mengapa Sosial Media Sangat Penting Bagi Bisnis Anda

Media sosial adalah situs yang memberikan Anda kesempatan untuk berinteraksi sosial bersama keluarga, teman, atau orang lain secara online. Ada banyak media sosial di internet, dan semakin era ini berkembang,situs media sosial semakin bermunculan. Situs media sosial yang saat ini sangat umum dan populer bagi Anda seperti Facebook, Twitter, dan Google +, tetapi percayalah bahwa masih lagi banyak situs media sosial selain tiga tersebut.

Nah, berbicara tentang media sosial, tentu Anda sangat membutuhkannya di dalam kehidupan. Di sini, ada 5 alasan mengapa Anda sangat membutuhkan media sosial di kehidupan Anda :

1. Komunikasi
Media sosial sekarang sudah melonjak dan hampir mengalahkan fungsi mobile phone sebagai alat komunikasi setiap harinya. Buktinya adalah orang-orang lebih suka aktif di dalam media sosial daripada mengirim pesan melalui mobile phone. Ini dikarenakan media sosial memiliki interaksi dengan jangkauan luas dimana Anda tidak hanya bisa melihat kabar satu orang saja, melainkan beberapa orang teman Anda.

2. Interaksi
Interaksi sangatlah penting dalam hidup yang bersifat homo sapien, artinya Anda masih membutuhkan orang lain dan begitu juga sebaliknya. Media sosial memungkinkan Anda untuk berinteraksi kepada keluarga, teman, dan orang-orang yang tidak Anda kenal di internet. Media sosial juga merupakan wadah yang menghubungkan keterkaitan Anda dengan orang lain, tentu ini sangat membantu kehidupan Anda.

3. Informasi
Setiap situs difasiitasi share ke media sosial, sehingga ini memungkinkan Anda menggali informasi terbaru lebih cepat di media sosial(baik informasi pengetahuan, sosial, politik dan lain sebagainya). Tentu ini sangat menarik dan mudah, Anda menikmati interaksi bersama teman Anda dan juga mengetahui informasi terbaru tentu dunia.

4. Promosi
Promosi sangat penting untuk membantu peningkatan bisnis Anda. Dalam hal ini, media sosial berperan penting membantu untuk mempromosiakan bisnis Anda, baik bisnis online maupun bisnis offline. Share dan promosi bisnis ke beberapa media sosial menjadi strategi jitu dan sudah terbukti efektif. Anda tentu juga sudah sering mendapatkan promosi-promosi dari teman Anda di media sosial, inilah buktinya bahwa media sosial sangat penting saat ini.

5. Trafik
Selain promosi bisnis, media sosial juga menjadi point penting untuk memperkenalkan blog Anda. Ini berarti Anda berusaha untuk meningkatkan trafik blog dengan share ke media sosial. Anda mungkin sudah membaca di beberapa blog tentang tips dan trik untuk meningkatkan trafik blog, pastinya media sosial adalah salah satu point yang Anda temukan di sana. Pastikan Anda membuat konten yang berkualitas, lalu undanglah teman-teman Anda untuk mengunjungi blog Anda.


 Super Market Online

Mau Ke Super Market Tapi Macet Dan Antri?Belanja Aja Di Super Market Online



Trik agar Pembeli Melakukan Repeat Order

 Trik Agar Pembeli Melakukan Repeat Order

Melihat persaingan pasar di ranah maya semakin pesat, sekarang ini selain fokus untuk mendatangkan calon pelanggan baru, pelaku bisnis toko onlinejuga harus bisa mendorong konsumennya untuk melakukan repeat order (pembelian berulang-ulang).
Meski pada dasarnya transaksi pembelian dari konsumen baru maupun konsumen lama yang melakukan repeat order, sama-sama mendatangkan omzet penjualan. Akan tetapi keinginan konsumen untuk repeat order menjadi salah satu indikasi bila bisnis toko online Anda cukup berkualitas sehingga tidak heran bila memiliki banyak pelanggan setia.
Disamping menawarkan beragam jenis produk yang berkualitas bagus, pengalaman menyenangkan ketika bertransaksi juga menjadi faktor utama yang akhirnya mendorong setiap konsumen untuk melakukan pembelian kembali. Apabila kesan pertama yang mereka dapatkan cukup mengesankan, tidak menutup kemungkinan bila dikemudian hari mereka juga tertarik melakukan repeat order di toko online Anda.Bagi Anda para pemula yang hendak merintis peluang bisnis di dunia maya, berikut kami informasikan tips bisnis toko online agar konsumen melakukan repeat order.

Lebih komunikatif dengan konsumen

Sebagai seorang pelaku usaha, tentunya kewajiban Anda tidak hanya menawarkan barang, menerima pembayaran, dan mengirimkan pesanan kepada para konsumen. Lebih dari itu, bangunlah komunikasi yang efektif dengan para pembeli agar kedepannya mereka tidak sungkan menghubungi Anda kembali untuk melakukan repeat order.

Beri kesan menarik pada tampilan produk Anda

Kesan pertama cukup mempengaruhi psikologi konsumen untuk melakukan transaksi pembelian selanjutnya. Untuk itu, selain memperhatikan kualitas produk yang ditawarkan, perhatikan pula kemasan produk yang digunakan. Kendati poin ini sering dikesampingkan para penjual, namun hal ini penting agar citra Anda di mata konsumen bisa tetap terjaga dan mereka juga puas setelah melihat tampilan produk yang mereka pesan.

Usahakan tepat waktu dalam mengirimkan pesanan

Janji Anda kepada konsumen menjadi salah satu hal yang wajib Anda tepati. Termasuk juga ketika Anda menjanjikan pengiriman barang 5 hari sampai di tangan konsumen, maka harus Anda upayakan agar janji tersebut tidak meleset. Dari hal-hal kecil seperti ini, kepercayaan konsumen bisa mulai terbangun sehingga tidak menutup kemungkinan bila dikemudian hari mereka tertarik untuk melakukan pembelian ulang di toko online Anda.

Semoga dengan menerapkan 3 tahap di atas akan membantu memajukan usaha toko online anda.
 Super Market Online

Mau Ke Super Market Tapi Macet Dan Antri? Belanja Aja Di Super Market Online